aku telah kembali dari liburan singkat ku ini. sangat singkat. dan ada secuil ingatan yang kembali lagi ke permukaan saat aku menikmati liburan ku. seperti flashback ke dalam waktu 1 bulan silam. tetapi perbedaanya, tidak ada 'dia' disampingku.
dulu, ia sangat memperhatikanku.
dulu, ia suka mengucapkan kata-kata manis untuk ku
dulu, waktu terasa begitu berputar
dulu, pikiranku penuh dengan dirinya
tetapi seiring berjalannya waktu dan hambatan yang terus berada dihadapan kami, sedikit demi sedikit warna merah yang ada didalam hati mulai luntur. entah mengapa, kami seperti tidak bisa menghadapi rintangan itu dan hampir berpaling untuk mencari hal yang lebih mudah didapatkan daripada ini.
sekarang, ia tidak terlalu memperhatikanku
sekarang, ia mengurangi kata-kata manisnya untuk ku
sekarang, kami menghabiskan waktu untuk urusan kami masing-masing
sekarang, pikiranku penuh dengan kebimbangan
apa artinya ketika itu? kau lakukan semua untuk ku. kau ucapkan semua kata-kata manis untuk menenangkan hati ku karena aku terlalu sakit untuk meninggalkan mu.
aku mencoba untuk percaya. aku mencoba untuk membuka hatiku yang memang sudah terisi oleh seseorang yang sudah kau tau siapa. aku mencoba untuk berpikir luas. aku mencoba untuk tidak terlalu sayang kepada mu, karena aku tau bahwa aku mudah jatuh cinta. aku mencoba untuk membalas hal yang sudah kau beri dan aku berikan lebih untuk mu.
ketika itu semua berhasil ku lakukan, ternyata ...
secepat itukah kau menyerah? kau tidak mau mempertahankanku? atau sekarang kau sudah sadar bahwa aku hanya menjadi media pengantar emosi mu yang terlalu tinggi memuncak sehingga kau bisa katakan apa saja dan tidak bisa bertanggung jawab atas segala omong kosong belaka mu itu? dan sekarang kau sudah tenang dan tidak memerlukan ku lagi? nice!
(to be continued)